jobless

blog xx
Tepat satu bulan yag lalu saya diyudisium dikampus, secara de jure saya sudah dilepas oleh kampus untuk mencari kesibukan diluaran kampus, secara de facto saya harus menunggu sampai bulan oktober untuk diwisuda, sebuah paktik didunia pendidikan yang menjunjung tinggi perstise, cuiih. satu bulan ini saya putuskan mengisi waktu buat pulang kampung, mencoba merefreshkan diri dari rutinitas dijogja.

dua minggu lebih sudah saya disini, saya sudah mulai gelisah dengan status baru saja. mau dibilang fresh graduete sebenarnya juga ndak cocok, karna umur yang sudah hampir kepala tiga. beberapa persyaratan lowongan selalu mentok diusia yang sudah terlanjur kelewat batas. jadi fix satu bulan ini saya adalah pengangguran, jujur saya sudah mulai gerah dengan hawa-hawa pembunuhan disekitar saya siap membrondong dengan pertanyaan-pertanyaan yang saya sendiri tidak pasti jawabannya. sejauh ini saya berusaha untuk mentolerir jika sebatas kerja apa, yang bikin jengah adalah ‘kapan berkeluaga?’. seakan sekeliling begitu penting dengan masalah asmara saya, yang saya tak pernah keluhkan ke mereka bahkan status galaupun tidak. tidak sampai disana terkadang yang menyengaja menghubungi via message disosmed, lah ini apa lagi?! oke plis tolong beri saya kesempatan untuk menyempurnakan ikhtiar saya, plisss ini juga baru satu bulan. selain itu saya juga masih bersyukur masih punya project-project kecil dari teman-teman yang membutuhkan jasa saya, sedikit pengisi waktu nganggur saya lumayan lah.

ouh ya, ini bukan postingan kekesalan saya sebagai pengangguran, tetap jaga apimu dan tetap waras.

Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- telah bersabda:

استعينوا على إنجاح الحوائج بالكتمان ، فإن كل ذي نعمة محسود

Bantulah kesuksesan hajat-hajat kalian dengan merahasiakannya, karena setiap orang yg memiliki nikmat itu akan menjadi sasaran hasad orang lain. [Silsilah Shohihah: 1453]

 

cerita TA part.1

TA sawahlunto2

yap, tugas akhir saya mengangkat tentang sawahlunto, dalam keputusaasan saya mengupload ini. siapa tau dari pembaca bisa berbagi inspirasi atau berbagi cerita tentang kota kecil sawahlunto. saya siap menerima cerita teman-teman sebagai bentuk proses kreatif dalam poengerjaan tugas akhir yang tinggal beberapa minggu lagi. sekira ada temen-temen yang berkenan untuk sekedar  duduk bareng lalu ngobrol, saya haturkan terimakasih🙂

drama dipenghujung tahun

blog22xx

saya adalah bagian yang tak mengerti dengan euforia perpolitikan dinegeri ini, ya bukan berarti saya anti pati dengan hal ini, buat saya urusan yang begini cuma sampai tempat nyoblos stelah itu lupakan, ibarat orang buang hajat lah kasarnya. kamu akan melupakan seketika apapun yang terjadi didalam setelah keluar dari toilet. seperti postingan postingan sebelumnya yang membahas pemilu, jelas dan terang saya tidak berpihak kepada urusan perpolitikan tapi bukan pendukung orang yang bersebrangan. ya gobloknya pedukung pasif lah ya.

berbagai macam agenda propaganda pun sudah mulai marak disosial media. banyak cara yang dilakukan via tulisan, poster dan lainlain. disini lah peran tukang share sangat penting dalam permainan dunia maya ini. banyak tipe ‘tukang share’ yang sering amati didunia maya. dari tipe yang pengting share aja mau hoax boudo amat, lalu tipe ‘tukang share’ dengan tambah-tambahan kalimat atau kata seperti : subhanalloh, astaghfirulloh, luar biasa, bla blaa, tak lupa tipe share garis keras, ini adalah tipe senggol bacok, udeh gag biasa diapaapain biarin aja atau purapura mati bikin ribet soalnya. dari beberapa tipe ‘tukang share’ tersebut tetap terselilip beberapa orang yang cukup cerdas menshare beritaberita. nah ini tipe langka nih sukar menemukan orang yang demikian, karna kalau dia cermat sering kali dia justru menjadikan komen yang dibuat sebagai inti dari yang ingin disampaikan, info yang dishare hanya sebagai pemanis atau pelengkap saja. bersyukur ditimeline saya masih ada orangorang seperti ini.

selanjutnya adalah tukang komen yang melengkapi suasana krodit pertemlenan. dari komen yang asbak, asbun, dan asam urat lainnya. dari yang tak bertangung jawab, sampai kawin lari. dari yang pakar sampai abalabal tamatan wikipedia universiti atas bimbingan mbah gugel. tak jarang perselisihan terjadi antar teman sejawat. pada akhirnya saya hanya melihatmelihat sambil mengerinyitkan dahi dan bergumam ‘ki ngopo meneh tho ndess?!’

gusti paringono slamet

ikan larangan

blog21

sewaktu pulang kemarin saya sempatkan berjalan menyusuri jalanan yang biasa saya lewati ketika pulang pergi kampus dulunya, dan saya selalu suka berdiri disebuah jembatan kecil dekat mesjid yang penuh sesak ketika magrib tiba. sebuah tempat yang strategis buat mahasiswa sembari melepas lelah sepulang kuliah dan menunaikan panggilannya tak lupa tepetepe ke jamaah blakang yang mungkin tak sengaja lewat karna baru datang ataupun telah usai menunaikan kewajibannya.

lama termenung dijembatan itu, saya mulai tersadar dengan tulisan ‘ikan larangan’, tulisan yang banyak saya temui di bandarbandar tempat saya dibesarkan. jujur sewaktu kecil saya tak memahami maksut tulisan itu. setelah pada akhirnya diwaktu pelajaran bahasa indonesia sekolah dasar saya pernah membaca legenda dua orang anak yang menangkap ikan disebuah sungai, ntah apa sebabnya akhirnya kedua anak itu menjadi ikan besar, yang konon kata orang hanya terlihat dihari raya (mau lebaran kali ya). pada akhirnya saya memahami (bukan meyakini lo ya) kalau himbauan saperti itu adalah sebuah larangan keras untuk menangkap ikan disini karna ikannya sudah dijampe-jampe (modyaaro).

anehnya peraturan demikian cukup dijalankan dengan baik oleh masyarakat, saya jarang melihat ada orang menangkapi ikan dengan serampangan ditempat-tempat yang sudah di’jampejampe’kan tadi. kabarnya ikan itu diambil diwaktuwaktu tertentu atau digunakan untuk lomba memancing. lantas yang aneh terjadi justru dipemberitahuan sepele yang lainnya seperti ‘jangan buang sampah disungai/bandar’, ‘buang lah sampah ditempatnya’ sampai himbauan dengan caci maki dan kutukanpun ada. seolah pengumuman itu hanya isapan jempol belaka, kebanyakan dari masyarakat malah ‘ai don ker’ atau bahkan ‘boudo amat’. dari pada mbayar tukang kebersihan Rp.20-ribuan mending buang disungai. whateverlah sungai jadi kotor yang penting rumah ogut bersih.

#kanbangkeeee

gitu doang…

blog19

sebuah kutipan dari kangemil seorang walikota yang sedang ngehit dizamannya, banyak karya-karya arsitekturnya menghiasi dibeberapa titik kota indonesia, tak kalah akun instagramnya yang bikin jabatan walikota seakan tak seserius yang kita pikirkan.

selanjutnya silahkan kepoin aja digugel saya ndak akan bercerita panjang lebar tentang kemsyuran kang emil diera digital ini. sedikit ingin menyingung kutipan yang ada diatas, rasanya kalimat ini sudah cukup familiar dikalangan manusia-manusia medsos, apa ada yang salah degan kalimat tersebut? jelas tidak. karena kalimat tersebut cukup bisa menjadi semacam sumber keyakinan bagi sebagian kalangan yang merasa dirinya adalah penghobi yang memperkerjakan hobinya sendiri. yep, termuklah saya didalam barisan itu. tapi keyakinan seperti itu ketika dijlankan tak semudah seperti apa yang tertulis. ketika kita sudah yakin banget nih ya dengan apa yang kita anggap sebagai ‘pekerjaan yang menyenangkan’ ada saja tipikal orang yang selalu berfikir kalau kita ‘tidak seperti kerja’. kalimat-kalimat selentingan seperti ‘gitu doang’ kerap mampir ditelinga ketika saya yakin dengan ikhtiar yang saya jalani.

‘cuma gambar gitu doang masak bayar sih’, ‘kan tadinya cuma minta tolong kq harus bayar sih, kalau gag ikhlas nolongin ya udah’, kalimat-kalimat menyudutkan seperti ini mah saya mah sudah WTF aja. saya tak berfikir untuk mengemis apresiasi disini, rasanya saya pun tak perlu mengetuk pintu hati kalian untuk memahami keadaan seperti ini. yang jelas saya cukup menikmati proses yang saya lalui selama ini, sejauh ini saya masih cukup yakin dengan ikhtiar saya ini, walaupun terkadang masih ada yang serampangan minta ‘digratisi’. terkadang saya berpikir gimana kalau perushaan tempat orang itu tidak memberi gaji? apa iya bakal lillahi ta’ala saja? anak istrinya mau dikasi makan pahala? maaf bukan berarti saya mengukur segalanya dengan uang ataupun materi. tetapi kita coba berbicara realistis bukan roman picisan dinovel-novel islami. saya pikir semunya sudah ada pos-pos nya, tinggal kita mempaskan dengan pos yang ada.

kita mah apah atuh, cuma gitu doang!

ummat muatamu

vktr mugi37

salah satu alasan saya jarang nulis diblog ini, karna saya sangat sadar sesadarnya atas ke sarkasan saya dalam mengkritik suatu keresahan yang saya hadapi, saya dari awal sudah niatkan ini adalah blog santai untuk sekedar menyampaikan uneg-uneg yang mungkin tak tersampaikan atau bingung bagaimana cara menyampaikan. saya juga bukan tipe yang seneng menshare atau menanggapi halhal konyol yang ada disosmed, (kecuali sesuatu hal yang emang disengaja dibuat untuk sekedar komunikasi pertemanan).

minggu ini saya dibikin gerah dengan sebuah viral yang entah dari mana asalnya, datang dari tementemen sebelah kurang lebih katakatanya seperti ini ‘bukan akhwat yang menunggumu setelah lulus, tapi UMMAT’. ada orang yang menshare itu sebagai bahan bercandaan, ada juga semacam ‘sok’ nyindir, ada juga yang berasa ingin ‘menasehati’. rasanya ingin sekali saya berdiri didepan mereka dan bilang ‘muaaatamuuu!!!’. situ opo rakreti, prasaan mahasiswa tahun akhir sing ndak lulus lulus ki? situ reti rak aku ki pas njupuk skripsi iki wuakeh sing ngomong ‘ndang lulus ndang rabi’, ‘menunda skripsi sama saja menunda pernikahan’,’iki kapan rabine kuliah e rak rampungrampung’. situ reti rak skripsi wae rung rampung lo, tapi omonganne wis rabi wae. mbok yo mikir, ndak asal sar ser sar ser wae, opo mneh ditambah caption sing raceto bin ramutu.

kadang saya jadi kepikiran maksutnya apa gitu bilang kayak gitu, karna menurut saya jika ini dipahami secara gamblang akan berarti seperti menyindir orang yang pengen cepetcepet wisudah trus nikah. sini tak kandani yo, ndak semua orang pengen cepet tamat pikirannya kesana. ada banyak hal seperti faktor ekonomi, faktor tuntutan, segera pengen melanjutkan kejenjang lebih tinggi dan mungkin banyak lagi. seperti halnya alasan orang menunda buat segera wisuda. ini buat kamu yang masih pengen mikirin ummat saya rasa ndak harus nunggu lulus juga kali, ndak cuma orangorang yang udah lulus aja yang bisa mikirin ummat. akhir kata buat kamukamu yang masih sibuk mikirin kita yang belum lulus, mending situ mikirin ummat aja. ndak situ kq yang ngasi jajan kita, apalagi mbayarin kuliah. suuu