bukan obat batuk

komik

eaaa dua bulan sudah terlewatkan membiarkan blog ini berlumut dan berdebu, kondisi yang biasa saya dapati setelah dijogja karna memang akses internet via modem terkadang tidak bisa kompromi #buka sekali banyak,,yaiyalaah πŸ˜€
oke baiklah beberapa postingan kedepan akan saya isi dengan curcolcurlan yang gakmutu untuk dibaca, yah paling tidak cukup lah untuk sekedar mengisi blog ini, #ben dibilang eksis πŸ˜€

semua ini bermula ketika saya memutuskan untuk menunda kepulangan ke jogja setela liburan semester kemarin, yang menyebabkan proses KRSan harus diwakilkan oleh teman saya, dan disinilah puncak kegalauannya ketika saya diberi SKS lebih karna IP mencukupi untuk mengambil mata kuliah semester atas, sebenernya teman saya sudah berusaha untuk mendiskusikan, tapi dengan kesotoyan saya dengan saya ‘wis, aku manut ae, sing penting opo sing dijipuk dilakoni’ , taraaaa akirnya diputuskan kita mengambil mata kuliah KOMIK, ya K.O.M.I.K bukan obat batuk. sebelum memulai pertemuan kuliah pertamaan masih ada rasa optimis didada kami kalau ini bisa dilewati dengan mulus seperti semester sebelumnya walaupun sedikit tertatih.
perasaan itu ternyata tidak berlangsung lama, kabar duka pun mulai menyelimuti ketika pertemuan kuliah pertama dimulai, terang dengan tuntutan dan metode perkuliahan yang diterap kan oleh dosen, sedikit tidak menguntungkan bagi kami, menimbang ada mata kuliah yang sebenarnya harus dilewati untuk masuk kekelas ini, sepulang kuliah rasa optimis tadi langsung menguap entah kemana, jujur secara pribadi inilah kondisi dimana saya merasa tidak pede dengan hal yang sudah digeluti sejak esde, sejak kelas tiga esde sampai sekarang saya rasa sudah banyak komik yang saya konsumsi, dan memang rata-rata komik jepang, sempet sih bapak membelikan saya majalah-majalah bekas yang ada rubrik komik, tapi sejak saya mengenal tetangga yang mempunyai kecendrungan yang sama akhirnya akses perkomikan saya mulai menggeliat, transaksi tukar komik dan sewa komik saya lakoni pada saat itu, baru dibangku smp saya baru memulai membeli komik dari sisa uang jajan yang ditabung, meskipun begitu tetap tidak bisa mengembalikan semangat kuliah saya, sampai pertemuan kedua, ketiga dan keempat saya tidak masuk kuliah karna saking tidak yakin bisa melewati ini dengan mulus, akhirnya pada pertemuan kelima saya coba memakssakan diri untuk hadir diperkuliahan dan menyatakan kondisi keberatan saya dengan kuliah ini, dan syukur alhamdulillah dosen bisa memahami kondisi yang demikian, kendati saya tetap diminta untuk berusaha super ekstra maksimal.
pertemuan keenam saya pertamakali saya mengumpulkan tugas, kita baru disuruh membuat study karakter untuk kita angkatkan ditugas akhir mata kuliah besok, ya tanpa diduga dosen bilang dengan karya yang saya buat ‘karakter kamu terlalu terinfasi jepang, ini manganya masih terasa’ , padahal sejak kuliah dijogja saya sudah coba meninggalkan komik jepang (walaupun kalau balik kepadang masih tetep), dan mencoba mengumpulkan reverensi komik-komik lokal yang ada, setiap bulan saya coba sisihkan kan untuk membeli komik lokal tapi tetap infasi jepang masih mengerogoti selmotorik saya untuk selalu mengambar ala manga,,,
semoga infasi ini segera berakhir…..

Iklan

10 pemikiran pada “bukan obat batuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s